Total Tayangan Halaman

Selasa, 17 April 2012

Energi dan Elektrifikasi (Aplikasi)


ENERGI HEWAN DALAM BIDANG PERTANIAN

Penggunaan tenaga ternak masih memegang peranan penting terutama untuk negara yang sedang berkembang. Tenaga hewan sudah lama digunakan manusia dalam menggantikan tenaga manusia untuk berbagai pekerjaan di bidang pertanian, misalnya mengolah lahan (membajak), memompa air, menggerakkan mesin penggiling, pengangkutan hasil pertanian, dan sebagainya. Hewan yang biasa digunakan dalam bidang pertanian diantaranya sapi, kerbau, keledai dan kuda. Energi hewan masih memegang peranan penting karena beberapa faktor, antara lain yaitu : luasan tanah yang sempit, topografi, jenis tanaman, bahan bakar mahal, dan juga harga mesin mahal.
Tenaga yang dapat diberikan oleh hewan sangat tergantung pada  jenis,  umur dan berat dari hewan tersebut. Besarnya  energi yang digunakan  untuk menarik adalah  berkisar antara 0,5  sampai 1 KW dengan jam kerja efektif  3  - 5  jam per hari. Menurut KING dalam Frans J.Daywin (1991) seekor kuda yang bekerja terus menerus dengan kecepatan 3,75 km/jam, hanya mampu menarik beban 1/10 berat badannya. Atas dasar ini kuda seberat 500 kg, dapat menghasilkan daya sebesar 0,50-0,62 kw, berat 800 kg dayanya 0,80-0,99 kw.  Penggunaan energi hewan selain mempunyai keuntungan juga mempunyai beberapa kelemahan. Keuntungan penggunaan tenaga hewan di bidang pertanian: 1. dapat digunakan pada berbagai tempat
2. setiap saat dapat digunakan
3. dapat melakukan beberapa gerakan tanpa perlu alat transmisi
4. hewan selain dimanfaatkan tenaganya dapat pula dimanfaatkan dagingnya.
5. hewan dapat dikembangbiakkan 
Sedangkan kelemahannya :
1. kapasitasnya terbatas, baik besar tenaganya maupun lama penggunaannya
2. dipengaruhi oleh keadaan lingkungan dan kesehatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar